Tampilkan postingan dengan label Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan. Tampilkan semua postingan

Bicara Bandung Bukan Cuma Kuliner

 



Saya lahir dan tumbuh di Jawa Barat,  namun semenjak kakak-kakak saya lulus kuliah jarang banget saya jalan ke Bandung,  hanya sesekali saja,  bahkan saya memilih kuliah di  Purwokerto dibanding mencari kampus di bandung. Namun Bandung tetaplah Bandung, kota yang selalu saya rindukan untuk berlibur dan mencicipi kuliner khasnya yang mengundang selera.

Justru setelah menikah dan hidup di Depok,  saya dan istri lebih sering berkunjung ke Bandung. Selain karena istri dulu kuliah di Bandung, alasan lainnya adalah banyaknya lokasi di Bandung yang seru untuk dikunjungi.

Namun selain kuliner dan tempat wisata, Bandung juga ternyata memiliki buanyak sekolah dan pesantren yang tersebar di berbagai wilayah, salah satu pesantren yang sempat saya kunjungi adalah Pesantren Tahfidz Roudhotul Qur'an.

Pesantren ini unik sih menurut saya, selain karena lokasinya yang berada di kawasan perumahan juga karena pesantren ini mempunyai program 2 tahun hafal Al-Qur'an. Oya pesantren ini adalah pesantren khusus untuk Akhwat / perempuan yang sudah berdiri dari tahun 2018 dan di 2021 sedang proses di meluluskan angkatan ke-2

Terus terang saya salut dengan para penghafal Qur'an karena perlu dedikasi tinggi untuk bisa menghafalkan ayat demi ayat hingga selesai 30 Juz, engga sembarangan orang mampu melakukannya, wong menghafalkan 1 atau 2 surat di Juz 30 aja tidaklah mudah.

Mungkin bagi kalian yang membaca blog ini dan berminat untuk menjadikan anaknya seorang Hafidzah saya kira Pesantren Roudhotul Qur'an ini bisa menjadi salah satu referensi.

Cerita lengkap terkait Pesantren Tahfidz Roudhotul Qur'an ini dan bagaimana para santriwati ini mampu menghafalkan Al-Qur'an hanya dalam jangka waktu 2 tahun, saya tuangkan di channel Youtube Mister Andi berikut ini.

 

Membentuk generasi Qur'ani yang berkualitas adalah tanggung jawab kita, bagaimana estafet untuk menjaga kemurnian Al-Qur'an ada di pundak kita sebagai seorang muslim, setidaknya kita mulai dari lingkungan terdekat yaitu keluarga kita. Dekatkan anak-anak kita dengan Al-Qur'an sehingga kelak mereka dewasa, nilai-nilai Qur'ani akan melekat kuat dalam jiwa mereka.

Menikmati Liburan Keluarga Sambil Kerja di Taman Herbal Insani Depok


"Bi jalan yuk, masa liburan ga kemana-mana" kata istri saya beberapa waktu yang lalu. Iya juga sih, liburan anak anak sekolah ini belum jalan yang khusus untuk berlibur sebenarnya.

"Kemana say?" Tanya saya

"Ada tempat bagus say namanya Taman Herbal Insani" lanjut istri saya, "jaraknya juga deket dari Sawangan" lanjut nya menguatkan

Well emang bagus ya? Gumam saya dalam hati, "yaudah besok kita kesana deh" jawab saya

Der...der... Hape saya bergetar, saya cek ada pesan masuk dan saya tertegun membacanya.

"Ada apa sih say, kok malah diem?" Tanya istri saya

"Ini ada tugas dadakan yang mesti aku selesain besok sebelum jam 5 sore" jawab saya lirih, khawatir buat dia kecewa.

"Boleh ga kesananya aku bawa laptop? Biar bisa sekalian beresin, malam ini aku kerjain sebagian biar besok ga terlalu banyak" pintaku

Alhamdulillah istri sholehah ga keberatan, jadilah saya siapkan perlengkapan perang kedalam tas.

Taman Herbal Insani letaknya ada di sekitaran pengasinan Depok, kalau orang Depok mau ke Bogor biasanya lewat sini buat menghindari macetnya pasar Parung. Sebelum pertigaan Bojongsari ada pertigaan arah pengasinan, ada pak ogah yang sibuk nyebrangin orang sebagai patokannya hahaha. Ikuti aja terus jalannya sampai nani ada pertigaan tugu batu, kalian ambil kanan. Ikuti terus jalannya kalian akan menemukan petunjuk arah menuju lokasi.

Naik motor apa mobil ? Tenang aja akses bisa mobil atau motor, cuma jalannya ga terlalu lebar ya. Petunjuk jalannya pun jelas, ada dipasang dimana mana biar ga pada nyasar kali ya.

Sampai lokasi kami agak pesimis sebenarnya, soalnya ga keliatan sama sekali area masuknya.

"Masuk aja pak, agak kedalam nanti ada parkiran" kata seseorang yang saya tebak adalah tukang parkir

Masuklah kita, eh malah masuk area penduduk perkampungan, tapi ada banyak motor terparkir, yaudahlah parkir aja disini batin saya, kebetulan pula ada ibu-ibu mendekat sambil ngasih kertas ajaib tanda parkir..... hmmm seriously ?

Berhubung baru pertama kali kami coba aja peraturan yang ada, selepas parkir kami jalan menelusuri jalan setapak perkampungan gitu, mulai khawatir juga ini tempat ada apa engga sih ? gimana mobil bisa masuk ? batin saya makin penasaran.

Setelah berjalan sekitar 5 menit, kami terpana dengan area luas Taman Herbal Insani, Gerbangnya etnik dari bambu, parkiran juga luas, ternyata mobil bisa melewati jalur lain dengan akses langsung menuju gerbang utama. Motor bisa lalui jalur jalan setapak perkampungan seperti kami atau bisa jalur besar juga, terserah saja soalnya ga jauh juga kok dari parkiran motor kami di parkiran halaman rumah ibu-ibu tadi.

Alamat :  Jl. Kp. Kondang No.26, Kelurahan Duren Seribu, Kecamtatan Bojongsari. Intinya, lokasinya hampir di perbatasan Kota Depok dan Kabupaten Bogor

Yaudah lah ya, kita langsung menuju loket untuk membeli tiket 2 dewasa 2 anak. Harga tiketnya Rp. 20.000, cukup murah untuk area wisata yang dekat dengan rumah seperti ini.

Baca juga : Kunjungan kami ke Warung Misbar Bandung yang unik

Berhubung kami datang dikala masa liburan sekolah, kondisi Taman Herbal Insani pueenuh pol, plek tumplek ampe tumpe tumpe. Ya namanya juga peak seasson pasti Tempat wisata penuh, apalagi hari terakhir libur.

Kita muter muter cari spot buat gelar tiker, yang adem dan stategis. Oya kalau kita ga bawa tiker bisa kok sewa dilokasi, ada juga gazebo yang disewakan buat yang duitnya lebih, tapi ga tau juga sih sewanya berapa.




Gaes tempatnya Instagramable banget deh, banyak spot foto buat konten kalian posting di IG lho. Mulai dari spot kursi yang beraneka warna, spot foto dengan background danau, spot gua buatan, sampai spot sepeda tua juga ada. Luas juga memang wilayahnya, ada kolam renang, kolam arena bebek-bebekan, dan arena kuliner sudah pasti hadir dengan aneka ragam makanan. Langsung aja Biya Basel cekrek-cekrek didepan Iguana dan beberapa kura-kura yang sedang berpose.



Okelah setelah jalan sekitar dan nemu spot oke buat gelar tiker, langsung deh saya buka laptop untuk kejar dateline kerjaan, bocah dan istri ga lama langsung cuss aja menuju area permainan lain, seru aja mereka main becak-becakan, bebek-bebekan, sampai berenang di kolam renang yang tumpah ruah oleh banyaknya bocah yang nyemplung disana, entahlah mereka mau berenang atau cuma maen air doang soalnya penuh banget gaes.



Meanwhile saya mencoba konsentrasi untuk menyelesaikan agenda hari itu didepan layar laptop ditemani semilir angin dari pohon tempat saya menggelar tikar. Well, asyik juga mengerjakan tugas di luar ruang, lebih fresh dan lebih produktif.


Sambil menikmati cemilan yang disiapkan istri sholehah dari rumah, tak terasa jari ini menari diatas keyboard laptop dengan lincahnya, menuangkan ide sambil menikmati hilir mudik orang yang lalu lalang. Mungkin jika bukan masa liburan suasana bisa lebih kondusif lagi dalam menikmati suasana alamnya, ya tau sendiri kalau udah terlalu penuh oleh pengunjng kan kurang maksimal gitu loh santainya :)

Sebelum jam 5 sore, tugas dah selesai, baru sadar kalau sedari tadi saya belum foto-foto lho, saking serius dan fokusnya nyelesein tugas. Segera setelah para bocah selesai berenang barulah mulai beraksi untuk wefie bareng sebelum Taman Herbalnya Closing hari itu. Not bad lah sempet foto di spot danau dan jembatan, Biya Basel bahkan nambah foto di area rumput sintetis.



Masih banyak spot yang belum kita datengin, semisal area panahan, area tanaman herbal, area rumah saung dan taman kelinci. Next time kita explore lagi deh area yang belum terjamah, maklum liburan sambil ngerjain tugas seperti ini waktunya ga cukup buat kunjungi semua spot yang ada.

Yuk Ke Taman Herbal Insani lagi :) 


Warung Misbar Sang Primadona


Kalau ke Bandung pasti kita nyempetin makan di Warung Misbar...

Entah ya, Bandung tu selalu menjadi destinasi para pelancong terutama dari Jakarta untuk menghabiskan Weekend. Padahal macetnya ga ketulungan lho dari Jakarta, melewati pembangunan di sekitar jalan TOL alias terjadi penyempitan jalan yang pasti akan berimbas pada kemacetan panjang.

Tapi ya gitu deh, apapun yang terjadi tetep aja banyak yg jalan ke Bandung, termasuk kami :)

Dan untuk kali ini, ane yang kebagian ribet cari hotel di Bandung. Setelah beberapa kali browsing cari yg cocok (murah) jatuhlah pilihan di Orange House Syariah. Ni tempat menurut ane cucok banget terutama dalam masalah harga, murah cuy tapi ga murahan lho. Akses jalan deket ke tol Pasteur, cuma masuk jalan agak kecil nyampe deh
Orange House Syariah
Terlihat kecil dari luar, ternyata dalemnya lumayan luas bahkan extend sampai ada lapangan futsal di belakang. Kami kebagian kamar depan menghadap kolam ikan, di pinggir kolam ikan ada kursi meja buat santai which is good :)



Trip kali ini terasa lengkap karena mama papa dan adik ipar bisa ikut serta, refreshing sekaligus pengen membuat happy mama papa. 

Sebenarnya sebelum nyampe hotel kita pengennya jalan dulu  ke objek wisata yang deket hotel, cuma karena cuaca kurang bersahabat gagal deh rencananya.

Setelah istirahat sejenak menikmati suasana hotel, kami putuskan untuk berkunjung ke warung misbar untuk makan malam. Ane sama istri sudah pernah berkunjung jadi pengen ajak mama papa juga menikmati film film jadul sambil bersantap makan.
Warung Misbar
Kalian yang senang dengan film nostalgia nasional semisal Warkop DKI, film Bang Haji Rhoma, sampai ke film laga yang biasa dibintangi om Barry Prima Juga ada lho. Nostlagia lah ya menikmati film jadul dengan suasana mini theatre dan poster poster legenda film indonesia.

Soal menu ? jangan ditanya, beraneka macam man ! dengan sistem pengambilan makan ala prasmanan, pengunjung bisa leluasa memilih menu, sayangnya ane ga sempet foto untuk menu yang ada disana :)

Sensasi makan dengan menonton film jadul semakin asyik kalau kalian datang di malam hari, dengan penerangan redup makin syahdu deh tuh dengerin lagu-lagu bang Haji Rhoma. Kadang geli sendiri ketika nonton, rasanya kok lucu ya lihat adegan film jadul, secara dari mulai kostum, dandanan para aktor dan aktris nya kan 'old skul' banget gt lho, apalagi sensasi 'Hanniih sungguh terlaluhhh' sungguh sangat terasa.

Oke gaes, kalau kalian lagi liburan ke Bandung atau berencana menikmati weekend di Kota Kembang, jangan lupa mampir di Warung Misbar ya, dijamin Djadoel abiz

Purwokerto (kembali)


Sudah lama ane ga mendengar logat khas disini, angkot dengan "extra seat" di tengah-tengah, dan suasana malam sepulang kuliah bersama sahabat.

Dulu ketika kaki ini melangkah pergi, meninggalkan begitu banyak cerita dan cita-cita. Menatap kembali kota ini seperti membawa ane kembali ke masa lalu, masuk melalui lorong waktu dan melihat langkah-langkah teratur dari Gunung Sumbing menuju kampus setiap sore dan malam hari, ada tawa ceria, terkadang ane melihat rasa gundah gulana, ataupun langkah penuh harap demi masa depan.

Hei hari ini ane ada disini didepan Patung Jenderal Besar yang ane kagumi.



Akhirnya berfoto dibawah patung Pak Dirman

Pernah ane bercita untuk berfoto di bawah Patung beliau dengan seragam Toga tanda kesarjanaan, namun ane hanya tersenyum mengingat hal itu, bukan karena kegagalan tetapi lebih kepada keputusan dan kekuatan hati waktu itu untuk meninggalkan kampus ini.

Maaf Jenderal ane tidak menyesal meninggalkanmu........

Derai air mata keluarga kami di Rumah Sakit di tahun 2002 ketika sang "Dewi" yang telah Alloh pilihkan sebagai wanita yang mengijinkan rahimnya ane tempati, Sang pendidik tanpa gelar sarjana dengan pandangan melebihi mereka yang bergaun toga, telah menyelesaikan tugasnya di dunia.

Keputusan penting itu harus dibuat tanpa kompromi, yup ane harus memilih meninggalkan Kampus Sang Jenderal Besar demi melanjutkan study di Universitas Terbuka.

Btw masa lalu tetaplah masa lalu, senang rasanya kaki ini berjalan kembali di area kampus tercinta, panorama yang "agak sedikit" berubah, dimana kantin kampus yang biasa disambangi sepertinya sudah berpindah area, dan kesampaian pula berfoto dibawah patung Sang Jenderal *walau ga pake baju toga

Namun sayang banget ane kehilangan jejak Kost-an ane dulu di Jl Gunung Sumbing, dah banyak bangunan baru yang ga dikenal. Mungkin ketutupan sih tuh kost-an, padahal pengen banget nengok kost-an yang kami beri judul waktu itu "Bujank 88".

Malam di Purwokerto

Menikmati Wedang di angkringan depan kampus lanjut Soto Sokaraja dan dijamu makan malam oleh sahabat baik ane di dekat alun-alun setidaknya mengobati kerinduan akan Kota Satria, kota penuh kenangan pahit getir bahagia menjadi mahasiswa di Universitas Sang Jenderal Besar.



Well, kata orang persahabatan sejati bertahan selamanya. Meskipun jarak dan waktu memisahkan, tak lagi bisa bersama mengerjakan tugas kuliah ataupun sekedar iseng jalan, mungkin juga pernah ada perselisihan, tapi persahabatan tidak pernah pudar....

Matur Nuwon Ken atas jamuannya, Alhamdulillah kenyang *dan gratiss hahaha

That's a whole story.... sebenarnya ada cerita lanjutan ke Baturraden bareng istri, tapi istri dah post duluan di blognya dia Purwokerto Kota Satria, kami datang.... Part 1 dan Purwokerto Kota Satria, kami datang.... Part 2, jadi ane urung buat nulis ulang.

See you next time Jenderal ...

First Touring - Fishing Valley Bogor [part 1]


Ini adalah kegiatan Touring pertama kami sekeluarga bersama  teman-teman VLOC,  setiap yang pertama kali pasti nervous ya, excited tapi gugup gitu deh. Sebenarnya lokasinya tidak terlalu jauh, hanya di sekitaran Bogor saja tepatnya di Fishing Valley, namun karena deket itulah kami berminat ikut sembari mengasah dan mempelajari seperti apa sih touring mobil itu ?  ingin pula menikmati konvoi sebagai pengalaman pertama juga.

Tikum pertama adalah di pintu masuk tol Cijago Depok, ketika kami tiba, baru ada satu mobil yang kami curigai akan ikut touring juga hehe, dan benar saja ternyata kami satu tujuan, om Dhika namanya. Kemudian datanglah om Bhak, suhu dari VLOC Depok Squad, dan kamipun lanjut menuju tikum ke-2 di rest area Sentul.

Dan disinilah ratusan mobil berjajar rapi mulai dari chapter Jakarta, Depok, Tangerang Raya sampai luar kota seminsal Sukabumi dan Yogyakarta pun ikut hadir. “It’s really amazing to see a lot of car ready to go” , walaupun mobil ane masih cupu belum dimodif sama sekali *dan ngeces ngeliat velg racing + ban modifikasinya.

Dan berangkatlah 200an mobil Vios menuju Fishing Valley Bogor……..