Sudah Berwirausahakah kamu ?

“Lebih baik menjadi kepala kucing daripada menjadi ekor harimau”

Entah kenapa sejak kecil, yang terbayang dipikiran saya adalah bekerja atau menjadi pegawai, hampir tidak ada dalam lintasan pikiran saya untuk menjadi pengusaha atau wirausahawan. Walaupun notabene ayah saya sendiri adalah seorang wirausahawan. Yang ditanamkan orang tua saya dan mungkin kebanyakan orang tua di Indonesia adalah sekolah yang tinggi kemudian melamar kerjalah di tempat yang gajinya bagus. Secara psikologi kita ditempa untuk menjadi pegawai yang kemudian menularkan mental pegawai ini secara turun temurun. Salah satu mental negatif yang saya rasakan adalah perasaan takut gagal, tidak berani mengambil resiko, dan terlena dengan comfort zone.

Bukan, ini bukan salah orang tua kita. Mereka hanyalah sambungan estafet mental yang sudah diwariskan Belanda kepada kita dalam kurun waktu 350 tahun keberadaan mereka di bumi pertiwi. Ini adalah brain storming yang diberikan kepada masyarakat Indonesia untuk melemahkan kekuatan bangsa indonesia yang besar ini. Belanda dahulu mengangkat segelintir orang pribumi untuk menjadi priyai sebagai sampel bahwa menjadi pegawai itu terhormat dan bermartabat. Ya saya #menolaklupa kepada tindakan mereka itu kepada bangsa Indonesia, terutama efek mental yang ditimbulkan dari penjajahan mereka dahulu yang berkelanjutan hingga hari ini.

Jika kita melihat perkembangan perekonomian Indonesia yang terpuruk sekarang ini dimana sebagian masyarakat kita menjadi buruh di negeri sendiri, maka itu adalah potret suram yang seharusnya menyadarkan kita bahwa sudah saatnya kita bangkit. Menurut survey yang diberitakan republika.com bahwa entrepreneur di indonesia hanya 1,5-1,6 % saja dari populasi masyarakat kita. Bandingnkan dengan Singapura yang telah memproduksi 10 % entrepreneur, padahal semestinya setiap negara minimal mempunyai 2 % wirausahawan. Sangat miris melihat presentasi tersebut, dan pada akhirnya kita tahu bahwa bangsa ini sudah tertinggal beberapa langkah dibanding negara lain.

Jika kita tidak segera memperbaiki mind set maka masa depan sepertinya akan semakin jelas terlihat. Sektor-sektor strategis akan dikuasai pihak asing, dalam hal ini sekarang sudah terjadi, sebagai contoh Sumber Daya Alam kita yang sebagian besar dikuasai pihak asing seperti Freeport, Exxon dll. Daya saing SDM kita bisa dipastikan rendah paling tidak rendah secara mental kewirausahaan alias Cuma punya mental pegawai. Dan masyarakat umum hanya akan menjadi konsumen tanpa pernah merasakan menjadi Produsen yang berkuasa. Dan dilema siklus ini akan tetap bermuara pada suatu fakta bahwa kita tetap menjadi buruh di negeri sendiri.

Ada kata-kata bagus yang ditulis oleh Bob Sadino yang sekiranya bisa menjadi pengingat kita akan pentingnya mempunyai usaha sendiri

 ”Setinggi apapun pangkat yang dimiliki, anda tetap seorang pegawai. Sekecil apapun usaha yang anda punya, anda adalah bosnya...”

follow twitter saya disini
Previous
Next Post »
0 Komentar