Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

Menguasai Teknik Public Speaking: Tips dan Trik Dari Ahlinya



Pentingnya Berbicara di Depan Umum dalam Kehidupan Sehari-hari

Menjadi seorang pembicara yang baik di depan umum merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki dalam kehidupan sehari-hari. Bisa digunakan untuk presentasi di kantor, memimpin rapat, memberikan pidato, atau bahkan hanya berbicara dengan teman dan keluarga.

Untuk membantu Anda memperkuat keterampilan public speaking, kami mengundang Anda untuk mengikuti webinar kami yang akan diadakan pada tanggal 15 Februari pukul 19.00 WIB. Dalam webinar ini, Anda akan belajar bagaimana mengatasi ketakutan berbicara di depan umum, memahami pola pikir, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara, dilengkapi dengan praktek langsung dan game menarik.

Tidak hanya itu, Anda juga akan otomatis tercatat menjadi anggota Komunitas Pengembangan dan Optimalisasi Diri (KPOP.diri) yang nantinya akan banyak kegiatan pengembangan diri bagi para anggotanya secar GRATIS. Webinar ini sangat cocok bagi Anda yang ingin meningkatkan kemampuan public speaking atau mempelajari cara berbicara dengan lebih efektif di depan umum, dan memperluas cakrawala berpikir dalam hal pengembangan diri.

Ayo daftarkan diri Anda sekarang via link PENDAFTARAN ini dan dapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan public speaking Anda! Kami tunggu kehadiran Anda

Perkembangan Cloud Computing di Indonesia


Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk pasar cloud computing. Tren ini terus berkembang dengan pesat dan mulai populer di berbagai perusahaan di Indonesia.

Tren cloud computing dalam 5 tahun terakhir telah berkembang dengan rata rata 48% per tahun, dan hal itu lebih besar dari perkembangan global dunia.

Perusahaan lokal Indonesia mulai mengadopsi cloud untuk menghemat biaya operasional perusahaan. Seiring dengan peraturan pemerintah Indonesia untuk mendevelop data center dan virtualisasi secara lokal.

Sebelum tren cloud ini hadir, perusahaan biasanya menyimpan data di data center mereka sendiri atau biasa disebut on premises. Namun masalahnya adalah, mengoperasikan data center sendiri memerlukan biaya yang besar disertai biaya maintenance, update software dan biaya lain yang juga tidak murah. Dengan melakukan migrasi ke cloud, perusahaan bisa menghemat biaya yang berhubungan dengan operasional data center.

Mengetahui bahwa permintaan atas teknologi cloud di Indonesia yang semakin tinggi, perusahaan IT lokal maupun luar mulai berlomba lomba untuk menawarkan jasa cloud kepada pemilik bisnis di Indonesia.

Microsoft adalah pemain besar di cloud computing, sebagian besar perusahaan di Indonesia menggunakan jasa cloud dari Microsoft. Menurut Microsoft Indonesia, mereka juga berkolaborasi dengan 20 sekolah dalam rangka mempermudah akses dunia pendidikan melalui cloud.

Amazon Web Services atau lebih dikenal dengan AWS, merupakan perusahaan IT dari luar yang juga ikut dalam persaingan cloud computing di Indonesia. AWS menyediakan banyak pilihan virtual private server yang scalable, program manajemen database, remote storage, dan berbagai solusi penyimpanan berbasis cloud.

Datacomm Cloud Business atau DCB sebagai salah satu provider cloud di Indonesia yang didukung pengalaman lebih dari 27 tahun dengan 500 pekerja profesional, telah berinvestasi dengan menyediakan data center lokal sesuai dengan regulasi pemerintah mengenai keharusan data center berada di wilayah Indonesia yang menjamin kontinuitas bisnis anda. Dengan sertifikasi internasional ISO 9000, ISO 27001 and ISO 20000 untuk memberikan keamanan maksimal bagi client nya.

Perusahaan seperti AGIT, Oracle and VMWare juga menawarkan jasa konsultasi dan development cloud di Indonesia. Mereka bersaing dengan perusahaan-perusahan IT lokal untuk memperebutkan pasar cloud di Indonesia.

Demikian juga dengan Telkom Cloud, Infinys System Indonesia pun menyediakan solusi cloud seperti komunikasi, kolaborasi, storage berbasis cloud untuk bisnis di Indonesia.

Ada juga forum yang concern di area cloud computing semisal Indonesia Cloud Forum (ICF) dan Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI). Kedua asosiasi tersebut memberikan edukasi mengenai cloud computing yang bisa digunakan oleh enterpreneur dalam menjalankan bisnis cloud di Indonesia.

Berada di antara Kepala Sekolah RA yang mengesankan

Saat Presentasi diantara para Kepala Sekolah RA
Semenjak diundang sebagai narasumber bagi para Kepala Sekolah RA se DKI Jakarta tanggal 25 Februari kemarin, ada semangat entah dari mana yang membuat saya yakin bahwa ada banyak manfaat ketika kita konsisten berpijak di satu sisi. Maksud saya adalah, sebenarnya setiap orang bisa berkontribusi kepada orang lain walaupun ilmu kita masih terbatas.

Alhamdulillah dari blogging di solusi sosmed saya belajar untuk memahami dunia sosial media dan mencoba untuk sharing sedikit ilmu. Dan kesempatan untuk berkolaborasi dengan yayasan Jejak Ilmu Depok merupakan berkah tersendiri dan jalan pembuka yang sangat saya syukuri.

Dan kesempatan bercuap-cuap di depan umum mengenai bagaimana promosi keunggulan sekolah via sosial media di hadapan para kepala sekolah RA merupakan "action" pertama selepas saya menanggalkan gelar "guru" di SD Al-Fath. Sudah lama tidak berbicara didepan banyak orang ternyata rasa gugup itu kembali datang, untungnya bisa segera ON dengan keadaan dan Syukur Alhamdulillah respon positif dari peserta pun saya dapat.

Baca juga : Tips Promosi Keunggulan Sekolah

Saya berharap apa yang saya coba sampaikan kepada para Kepada Sekolah tersebut bisa diambil manfaatnya, ditengah keterbatasan ilmu yang saya miliki setidaknya bisa memberikan stimulus kepada mereka untuk segera "mempromokan" sekolah mereka di berbagai jejaring sosial media.

@andigarmadi 

Sudah Berwirausahakah kamu ?

“Lebih baik menjadi kepala kucing daripada menjadi ekor harimau”

Entah kenapa sejak kecil, yang terbayang dipikiran saya adalah bekerja atau menjadi pegawai, hampir tidak ada dalam lintasan pikiran saya untuk menjadi pengusaha atau wirausahawan. Walaupun notabene ayah saya sendiri adalah seorang wirausahawan. Yang ditanamkan orang tua saya dan mungkin kebanyakan orang tua di Indonesia adalah sekolah yang tinggi kemudian melamar kerjalah di tempat yang gajinya bagus. Secara psikologi kita ditempa untuk menjadi pegawai yang kemudian menularkan mental pegawai ini secara turun temurun. Salah satu mental negatif yang saya rasakan adalah perasaan takut gagal, tidak berani mengambil resiko, dan terlena dengan comfort zone.

Bukan, ini bukan salah orang tua kita. Mereka hanyalah sambungan estafet mental yang sudah diwariskan Belanda kepada kita dalam kurun waktu 350 tahun keberadaan mereka di bumi pertiwi. Ini adalah brain storming yang diberikan kepada masyarakat Indonesia untuk melemahkan kekuatan bangsa indonesia yang besar ini. Belanda dahulu mengangkat segelintir orang pribumi untuk menjadi priyai sebagai sampel bahwa menjadi pegawai itu terhormat dan bermartabat. Ya saya #menolaklupa kepada tindakan mereka itu kepada bangsa Indonesia, terutama efek mental yang ditimbulkan dari penjajahan mereka dahulu yang berkelanjutan hingga hari ini.

Jika kita melihat perkembangan perekonomian Indonesia yang terpuruk sekarang ini dimana sebagian masyarakat kita menjadi buruh di negeri sendiri, maka itu adalah potret suram yang seharusnya menyadarkan kita bahwa sudah saatnya kita bangkit. Menurut survey yang diberitakan republika.com bahwa entrepreneur di indonesia hanya 1,5-1,6 % saja dari populasi masyarakat kita. Bandingnkan dengan Singapura yang telah memproduksi 10 % entrepreneur, padahal semestinya setiap negara minimal mempunyai 2 % wirausahawan. Sangat miris melihat presentasi tersebut, dan pada akhirnya kita tahu bahwa bangsa ini sudah tertinggal beberapa langkah dibanding negara lain.

Jika kita tidak segera memperbaiki mind set maka masa depan sepertinya akan semakin jelas terlihat. Sektor-sektor strategis akan dikuasai pihak asing, dalam hal ini sekarang sudah terjadi, sebagai contoh Sumber Daya Alam kita yang sebagian besar dikuasai pihak asing seperti Freeport, Exxon dll. Daya saing SDM kita bisa dipastikan rendah paling tidak rendah secara mental kewirausahaan alias Cuma punya mental pegawai. Dan masyarakat umum hanya akan menjadi konsumen tanpa pernah merasakan menjadi Produsen yang berkuasa. Dan dilema siklus ini akan tetap bermuara pada suatu fakta bahwa kita tetap menjadi buruh di negeri sendiri.

Ada kata-kata bagus yang ditulis oleh Bob Sadino yang sekiranya bisa menjadi pengingat kita akan pentingnya mempunyai usaha sendiri

 ”Setinggi apapun pangkat yang dimiliki, anda tetap seorang pegawai. Sekecil apapun usaha yang anda punya, anda adalah bosnya...”

follow twitter saya disini

(Hampir) Setahun Disini...

Setelah sekian lama ga ngisi blog ini akhirnya ada waktu juga buat sedikit berbagi curhatan :)

Sudah hampir setahun saya bergelut di dunia sosial media, dengan rutinitas setiap harinya mantengin layar komputer. Entah itu scheduling content, monitoring, analysis, ataupun mencari konten-konten yang sekiranya menarik untuk di sebarkan di sosial media. Dengan berbagai tools yang makin berserakan menawarkan berbagai macam cara untuk handling sosial media, saya dihadapkan pada beragam pilihan yang harus dipilih menjadi pilihan yang terbaik untuk memaksimalkan sosial media yang sedang saya pegang.

Terjun bebas di dunia sosmed ini memang sangat menarik, saya seperti masuk ke "dunia lain" yang menyimpan begitu banyak misteri untuk dipecahkan. Menemukan orang-orang dengan hobby yang sama adalah salah satunya, meskipun belum sekalipun kopdar bareng hehehe, namun disitulah letak "kemisteriusan" yang menurut saya menarik.

Nah, supaya saya tidak kehilangan jejak dalam merekam sepak terjang di bidang ini, saya berinisiatif membuat blog tambahan yang sengaja saya khususkan untuk memuat tulisan mengenai sosial media. blognya saya beri judul SolusiSosmed .

Dengan adanya blog tambahan tersebut saya berharap selain bisa berfungsi sebagai reminder bagi saya pribadi, juga bisa bermanfaat bagi kalian yang memang mencari resource tulisan mengenai sosial media. Tidak terlalu ngoyo sih, yang penting ada yang terlintas buat ditulis ya ditulis aja hehehe.

oke guys, that;s it curhat hari ini. Moga bisa diambil hikmahnya.

Follow  twiter saya disini :)


Apakah kamu membuat kesalahan dalam marketing di sosial media ?



Kesalahan 1: Fokus pada Penonton yang salah

Ini adalah kesalahan umum, konten marketing kamu haruslah fokus pada target market. coba bayangkan kamu masuk ke sebuah toko dan penjaga tokonya bersikeras membujuk kamu membeli roti padahal kamu ingin membeli gula.