Surat Abi untuk Biya



“Biya, kamu tahu betapa besar cinta abi dan ammi untuk Biya. Betapa besar cinta kami untukmu semenjak kamu masih dalam kandungan ammi. Harapan abi dan ami adalah jadilah kamu seorang anak yang berbakti kepada abi dan ammi sayang, terutama pada ammimu….abi sudah melihat bagaimana ammimu keletihan….lelah….sakit ketika mengandung Biya, namun semua itu bisa hilang ketika kamu menendang perut ammi dari dalam….kami akan senang dan makin sayang ketika kamu melakukan itu. 

Kamu harus tahu betapa kami menangis berdua ketika suatu ketika kamu seharian tidak bergerak, betapa kami cemas akan keadaanmu waktu itu. Betapa senang hati abi ketika abi membacakan surat Maryam untukmu dan kamu kembali bergerak….Maha Suci Alloh atas segala KeajaibanNya.

Biya, abi harap kamu menjadi manusia yang berkualitas. Karena Agamamu memerlukan orang yang berkualitas untuk mengangkat kembali kekuatan Agama Islam di dunia. Cintailah Tuhanmu Alloh SWT dan Rosulmu Muhammad SAW, abi rela menjadi yang ketiga kamu cintai setelah Alloh dan RosulNya. Jangan gadaikan agamamu demi apapun !!! pegang teguh Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, jangan biarkan 2 hal tersebut jauh dari tangan dan hatimu. Berjanjilah pada abi akan hal ini, karena abi akan tenang ketika melihat kamu mengiyakan hal ini. 

Maafkan abi, bukan bermaksud memaksakan sesuatu padamu, tapi inilah pegangan hidup terkuat, dan abi ingin Biya menyadari hal itu dan abi ingin memastikan bahwa abi sudah mendidikmu dengan benar sesuai ajaran agama karena itu tanggung jawab abi kepada Alloh SWT. Dan yang paling utama, yang selalu abi ucapkan ketika berdoa adalah supaya kita bisa berkumpul kembali bersama nanti di Syurga tanpa ada satu anggota keluarga kita yang tertinggal. 

Abi rindu dengan ayah ibu abi, kakek nenekmu yang belum sempat melihat Biya dan Biya pun tidak sempat melihat mereka. Abi ingin kita nanti berkumpul lagi Karena abi ingin mengenalkan Biya sama kakek dan nenek. Jadi sayang………. Abi minta Biya tanamkan dalam hati Biya bahwa cinta yang kita bangun bukan hanya untuk di dunia tapi untuk pertemuan abadi kita nanti di Syurga, sehingga ketika batu dan kerikil kehidupan menghadangmu, kamu tahu kemana harus melangkah, kamu tahu arah kemana yang harus kamu tuju. Janganlah tersesat, karena abi dan ammi sudah memberimu marka jalan untuk kamu lalui…..ketika kamu terjatuh, bersujudlah dan bermuhasabahlah, mintalah kepada Alloh supaya menerangi marka jalan yang telah abi bangun untuk kamu….Inysa Alloh, Alloh tidak akan pernah mengecewakanmu sayang"
Previous
Next Post »
0 Komentar